Yeahh... kembali lagi bersama miminn, wahh akhirnya miminn bisa ketemu lagii nihh sama kalian para sobat setia PMR SMANSATASE !!💖🥳🎉
(Readers) : Min kok uda lama banget gak kelihatan?? Mimin lagi ada masalah yahh?🤔🤔
Atau mimin lagi maless yaa makanya jarang update.😄😄
(Mimin) : Ehmmm, waduhh maaf banget sobat setia mimin😊🙏🏻, ada banyak faktor yang membuat mimin jarang banget update blogger selama ini.Tapi para sobat setia mimin sekarang kalian jangan khawatir❤️🩹, mimin akan kembali menemani kalian dengan blogger-blogger yang seru tentunya!!💖💖
Oke, sesuai dengan judul yaa, Mimin mau cerita sebentar nihh tentang kegiatan yang dilaksanakan PMR SMANSATSE dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS SEDUNIA.
(Readers) : "Emang kegiatan HIV/AIDS ini ngapain aja sihh, pasti bagi-bagi pita kayak di CFD kemaren yaa minn?"🤔🤔
(Mimin): "Sobat mimin,, semuaa itu gak sepenuhnya salah sihh😆🙏🏽!! Oke,mimin bakal jelasin ke kalian semuaa. Kegiatan yang kami lakukan adalah membagikan pita merah di Perempatan Lampu Merah, tepatnya di Universitas Kaltara Jl. Durian. Kegiatan ini sebagai tanda merayakan hari HIV/AIDS Sedunia. Dikarenakan, selain merayakan hari HIV/AIDS bersama-sama, kegiatan ini juga sebagai bentuk untuk mendekatkan PMR SMANSATASE ke masyarakat sekitar."
(Readers): "Ohh... Gitu min.
(Mimin): "Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS ini. Bahwa, penyakit HIV/AIDS ini sangatlah berbahaya. Karena, tidak dapat diobati dan disembuhkan, bahkan sampai sekarang lohh.Maka dari itu kita harus mewaspadai penyakit HIV/AIDS ini serta menghapus stigma yang masih melekat pada ODHA yaitu penderita HIV/AIDS bukan dijauhi tetapi di beri dukungan baik sosial maupun mental . "😱
(Readers): "Wahhh~ ternyata sebegitu berbahayanya ya penyakit HIV/AIDS!!!" 😣
(Mimin): "Benar banget!!! Pokoknya kita harus selalu menjaga diri dari lingkungan sekitar dehhh para sobat miminn!!!" 🤗
Okee~~~ Selanjutnya...
Mimin bakal kasih tau kalian rangkaian kegiatan memperingati hari HIV/AIDS Sedunia yang dilakukan PMR SMANSATASE dari awal sampai akhir yaaa😘
Gaesss keunn Sobb🏃
1. Pada pukul 16.30 , kami berkumpul di lapangan sekolah SMAN 1 TanjungSelor untuk pengarahan terlebih dahulu sebelum kami menuju ke titik kumpul selajutnya.
2. Lalu, setibanya kami di lokasi yang telah di tentukan,kamii bersiap-siap untuk memulai kegiatan kami.Eitsss~ sebelum itu, kami bagi-bagi tugas dulu yaa. Agar... semua anggota yang ikut serta mendapatkan bagiannya😊😊 :>
3.Dan sampailah kita ke inti kegiatan. Yaitu membagikan pita merah ke masyarakat yang melintas di jalan sekitaran lampu merah Universitas Kaltara. 🥰
(Note: Total pita yang dibagikan ada 1200 🎀)
5. Dan... Sampailah di penghujung cerita nih para readers!!! Semua pita merah sudah dibagikan. Dan saatnya, kita PULANGGG!!!
🙈🙈🙈
Eitsss~~~
Sebelum itu... Kita foto-foto dulu buat kenang-kenangan :>
Sayyy cheeseeeee 🤨📸
Okee readers~ saatnya untuk pamit🥺
Jangan sedih... Mimin bakal kembali lagi dengan blog yang isinya cerita-cerita seru dehhh pokoknya!!! 😘
Ohh iyaaa~ kalau kalian mau liat update terlengkap mengenai kegiatan PMRSMANSATSE, jangan lupa untuk follow sosial media PMRSMANSATSE yaaa🤗
Instagram : @pmrsmansatase
Facebook : Pmr Smansatase
Twitter : pmrsmansatase
YouTube : PMR SMANSATASE
Sampai jumpa diblog selanjutnya para readers 🥰❤️
, pada tanggal 1 Desember, dunia memperingati Hari HIV/AIDS. Selama peringatan ini, banyak orang di seluruh dunia mengenakan pita merah sebagai simbol kesadaran dan solidaritas terhadap HIV/AIDS. Dalam blog ini, kita akan menjelajahi sejarah pita merah, makna di baliknya, dan mengapa menyebarkan pita merah sangat penting dalam memerangi HIV/AIDS.
1. Sejarah Pita Merah:
Pita merah pertama kali muncul pada tahun 1991. Sebuah kelompok seniman di New York bernama Visual AIDS menciptakan pita merah sebagai simbol untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS. Pita merah dipilih karena warnanya yang mencolok dan mudah dikenali, serta sebagai simbol solidaritas dan dukungan bagi mereka yang terkena HIV/AIDS.
2. Makna di Balik Pita Merah:
- Kesadaran: Pita merah adalah simbol yang kuat untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS. Dengan mengenakan pita merah, kita menunjukkan dukungan kita terhadap mereka yang hidup dengan HIV dan mengingat mereka yang telah meninggal akibat AIDS.
- Solidaritas: Pita merah juga merupakan simbol solidaritas dengan komunitas HIV/AIDS. Ini menunjukkan bahwa kita bersama-sama berjuang melawan stigma, diskriminasi, dan ketidaktahuan terkait HIV/AIDS.
- Pengingat: Pita merah mengingatkan kita bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS belum selesai. Ini mengingatkan kita untuk terus memperjuangkan pencegahan, pengujian, dan perawatan yang tepat.
3. Menyebarkan Pita Merah:
- Kenakan pita merah: Salah satu cara termudah untuk berpartisipasi adalah dengan mengenakan pita merah pada Hari AIDS. Ini adalah cara yang sederhana namun kuat untuk menunjukkan dukungan dan kesadaran Anda terhadap HIV/AIDS.
- Bagikan pengetahuan: Selain mengenakan pita merah, bagikan pengetahuan tentang HIV/AIDS kepada orang lain. Berbicaralah tentang pentingnya pencegahan, pengujian, dan perawatan yang tepat. Edukasi adalah kunci dalam memerangi HIV/AIDS.
- Dukung organisasi: Bantu organisasi lokal dan internasional yang bekerja dalam pencegahan dan perawatan HIV/AIDS. Anda dapat menyumbangkan waktu, uang, atau sumber daya lainnya untuk mendukung upaya mereka.
Kesimpulan:
Pita merah adalah simbol yang kuat dalam memerangi HIV/AIDS. Dengan mengenakan pita merah dan menyebarkannya, kita dapat meningkatkan kesadaran, menunjukkan solidaritas, dan mengingatkan dunia bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS belum selesai. Mari kita bersama-sama menyebarkan pita merah dan berkontribusi dalam upaya global untuk mengakhiri pandemi ini.
Saya harap blog ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menyebarkan pita merah saat Hari HIV/AIDS. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin menambahkan informasi lain, jangan ragu untuk bertanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar