Jumat, 05 April 2019

LATIHAN RUTIN

LATIHAN PENGANGKUTAN 3 ORANG 
 JUM'AT,5 APRIL 2019
Kegiatan rutin PMR Smansatase setiap hari jum'ata kali ini latihan pengankutan 3 orang lagi, tetapi kali ini dijelaskan tentang bagaimana cara pengangkutan 3 orang menggunakan tandu atau tidak saat mengangkut orang yg sakit saat upacara dan ingin diletakkan di kasur UKS. Kali ini akan dijelaskan olek pak untung beliau sekaligus penjaga UKS PMR Smansatase, disimak okay



Itu korbannya udah di angkat, mau tau gimana prosesnya? baca sampe habis la seperti biasa follow dulu ig @pmrsmansatase karena disana kami sering sharing tentang kegiatan yang kami lakukan atau pun tentang kesehatan, jangan lupa di follow!

Jadi semua anggota PMR SMANSATASE di kumpulkan di uks, jadi ini dia kondisi UKS SMANSATASE yang sekarang, disini pak untung menjelaskan tentang bagaimana mengangkut dan meletakkan korban ke tempat tidur uks dengan baik dan benar, tanpa menambah pergerakan korban. 
Nah waktunya praktek !
Jadi ini posisi awal saat mau mengangkut korban, jangan lupa posisi kaki dan tangan juga jangan sampe salah. Oiya saat menolong korban jangan panik okay kalau kalian panik nanti pasti bakalan susah nolongin korbannya.

 Jadi ini posisi mengunci korban, maksudnya mengunci yaitu merapatkan tubuh korban dan dimiringkan jadi enak pas angkatnya, gunanya mengunci korban agar korban tidak mudah terjatuh dan mengurangi pergerakan korban. 

Kuat kan merekaaa
jadi ini ceritanya posisinya sudah jalan dan  korban ingin dibawa ke UKS dan di letakkan di kasur UKS. Ini pengangkutan tanpa menggunakan tandu ya, sekarang giliran yang cewe ni yg mau ngangkut.  








  









Kuat juga loh merekaaa
Jadi caranya sama saja ini cuma beda orangnya aja 







Sekarang pengangkutan menggunakan tandu, bedanya dengan yang tadi hanya jika yang tadi korban di kunci sampai ingin diletakkan di kasur UKS, jika pake tandu korban di kunci lalu diletakkan di atas tandu kemudian tandunya  di angkat oleh 4 atau 6 orang. Lalu saat mau di letakkan di kasur, Tandunya di angkat juga ke tempat tidurnya, lalu korban kembali di angkat oleh 3 orang dan 3 orang lainnya membantu mengeluarkan tandunya dari sisi samping. 


Mungkin segitu aja penjelasan dari kegiatan rutin kami, semoga dapat bermanfaat kalau ada salah jangan segan untuk komen biar semakin bagus lagi, saling sharing pengalaman la. Terimakasih.



SALAM SAKURA! 


                                                                                                                         SALAM UNIT KESEHATAN




Senin, 01 April 2019

MADING PMR RSPS

 MADING REMAJA SEHAT PEDULI SESAMA (RSPS)
SENIN,1 APRIL 2019


 GAYA HIDUP SEHAT 

  1.  Menjaga Pola Makan.                                                                                                                      selama kalian dapat mengontrol kualitas dan keragaman makanan yang kamu konsumsi, serta jumlah yang dimakan, maka akan meningkatkan kemungkinan tubuhmu akan terus sehat. Ingat! Makan makanan yang mengandung gizi seimbang mengandung karbohidrat atau hidrat arang, lemak, mineral, vitamin, dan air.
  2. Melakukan olahraga.                                                                                                                       Lakukan kegiatan olahraga secara rutin setidaknya 3 kali dalam seminggu. Melakukan olahraga adalah hal yang memang penting dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.
  3. Tidak merokok dan tidak minum minuman beralkohol.                                                           Memang benar bahwa seseorang tidak akan langsung mati atau sakit setelah menghisap sebatang rokok atau karena meneguk segelas minuman beralkohol. Tetapi dengan berjalannya waktu, kalian akan menjadi pecandu sehingga akan kamu temukan bahwa tubuhmu, teman-temanmu, keluargamu, dan orang-orang di sekitarmu akan menerima dampak negatif.
  4. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda.                                                                                                                                    penggunaan kendaraan bermotor akan menghasilkan polusi dan pencemaran udara dan tentunya itu bukanlah hal yang sehat. Sehingga sebagai remaja yang peduli akan kesehatan kita sebaiknya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dengan berjalan kaki atau bersepeda karena dengan berjalan kaki dan bersepeda sama saja sedang berolahraga.
  5. Menjaga kebersihan kamar mandi, tempat cuci dan toilet.                                                            Selain fasilitas umum yang ada, terkadang masyarakat sekitar pinggir sungai seringkali mempergunakan sungai sebagai fasilitas MCK bersama, padahal banyak orang yang menggunakan air sungai sebagai kebutuhan minum. Kebiasaan tersebut sangat tidak baik, karena dapat menyebabkan air sungai menjadi kotor dan tercemar. Selain itu, lingkungan tempat tinggalmu akan menjadi tidak sehat dan pada akhirnya beresiko menimbulkan bibit-bibit penyakit.
  6. Pembuangan sampah dan limbah keluarga.                                                                                Buanglah sampah pada tempatnya, galilah lubang untuk pembuangan dan penimbunan sampah di belakang rumah kalian. Sampah yang tercemar atau yang dibuang sembarangan, akan menjadi sarang sumber penyakit seperti lalat. Jadi buanglah sampah pada tempatnya dengan memisahkan sampah organic dan non-organik, dan lakukan penimbunan (jangan dibakar).
BERIKUT CARA MENCUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR 
  • Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun   kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut.


  • Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
  •  Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
    •  Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan jari tangan seperti ini
    •  Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
    • Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
    • Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu. 

    Sumber:
    https://www.jayateknik.me/2017/11/materi-rsps-remaja-sehat-peduli-sesama.html
    https://www.sditmadani.sch.id/2014/01/7-langkah-cara-mencuci-tangan-yang.html


    Jika cara mencuci tangan yang baik dan benar tadi kurang jelas, bisa di cek di ig @pmrsmansatase karena disana ada videonya loh! penasaran? langsung di cek dan jangan lupa di follow juga yaa.

    Minggu, 31 Maret 2019

    SURVIVAL 2018-2019


     KEGIATAN SURVIVAL 
    MINGGU,31 MARET 2019
    Survival merupakan salah satu kegiatan rutin yg wajib dilakukan setiap tahunnya, kegiatan ini dilakukan untuk melatih kemandirian, menguji ketahanan fisik dan bertahan hidup di hutan untuk anggota PMR lainnya karena berjalan sejauh kurang lebih 10KM dan membawa peralatan masak, terpal, perlengkapan untuk mendirikan tenda dan keperluan pribadinya sendiri tanpa meminta bantuan orang lain serta memasak dan mendirikan tenda sendiri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PMR unit wira Smansatase dan mengundang sekolah lain untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.


    PERSIAPAN SURVIVAL 
    Pembuatan kompor, ini dilaksanakan di halaman sekolah Smansatase dengan mengundang sekolah lainnya. Ini dilaksanakan pada saat eskul Jum'at 22 Maret 2019 disini diajarkan bagaimana cara membuat kompor mini dari kaleng bekas.
    Bahan yg dibutuhkan dalam pembuatannya yaitu, 2 kaleng bekas minuman, paku, cutter, penggaris dan spidol. Kompor ini menggunakan bahan bakar spiritus untuk memasak makan malam saat survival nanti dan makanan itu akan dinilai kematangannya dan rasa makanan. Oiyaa kompornya dinilai juga dong rapi atau tidak dan nyala tidak kompornya.


    Minggu kemaren kan sudah buat kompor, sekarang diajarkan
    bagaimana mendirikan tenda darurat dengan baik dan benar. Kegiatan ini juga diikuti oleh sekolah lain dihalaman sekolah Smansatase pada hari Jum'at 29 Maret 2019 dan barang yg dibutuhkan untuk mendirikan tenda yaitu, terpal ukuran 2×3 atau 3×4, 2 kayu untuk menopang terpal, 6 pasak, dan tali rapia.


    KEGIATAN SURVIVAL

    Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu, 30-31 Maret 2019 pukul 15.00 WITA s/d 08.00 WITA. Star dari halaman sekolah Smansatase kemudian melewati jalan durian dan sengkawit menuju telur pecah menuju handal lalu melewati hutan kecil dan tembus belakang kuburan dan istirahat di markas PMI mulai sekitar pukul 5 atau 6 sore.

    Selesai melaksanakan ibadah sholat maghrib bagi yang muslim, dan waktunya untuk masak, makanan ini akan dinilai oleh kakak KSR dan pembina PMR Smansatase. Mereka masak menggunakan kompor yang sudah dibuat sebelumnya dan menggunakan perlengkapan masak yg dibawa seadanya oleh masing-masing peserta.
    Sudah selesai sholat Isya waktunya untuk melanjutkan perjalanan, tetapi karena hujan perjalanan ditunda sampai hujan reda.
    Peserta dikumpulkan di aula markas PMI Tg. selor hal ini diisi dengan perkenalan dengan anggota PMR lainnya dari berbagai sekolah yg lain, menyanyikan yel yel dan bermain game sederhana yang penting canda tawa kebersamaan.

    Setelah hujan reda perjalanan lintas malam pun di lanjut pada puku 10 malam, meski ada beberapa peserta yg sakit lalu diberikan medis ringan oleh kakak KSR lalu diantar pulang oleh panitia. Dengan perjalanan yang jauh dan kondisi jalanan yg tidak rata dan becek tidak membuat peserta
    lainnya patah semangat, mereka tetap melanjutkan perjalanan meski kaki sudah merasa keram dan badan merasa lelah.

    Panitia juga dengan semangat tetap menjalankan tugas mereka dengan baik tak lupa kakak KSR dan para pembina PMR.

    perjalanan dimulai dari markas PMI lewat depan rumah sakit lalu menuju hutan kecil tempat biasa bimen PMR kemudian tembus PLN dan melewati jalan gelatik dan lewat tikungan arwah.
    Sekita pukul 01.00 WITA akhirnya sampai juga dilokasi perkemahan di depan kantor pariwisata Tg. selor setibantya di lokasi para peserta langsung mendirikan tenda daruratnya masing-masing.


    Walaupun sudah sangat kelelahan dan digigit nyamuk, mereka tetap mendirikan tendanya masing-masing tanpa patah semangat, disinilah mereka di ajar untuk mandiri, diajarkan bagimana bisa bertahan hidup sendirian tanpa ada yang menolong karena yang lainnya juga mengurus dirinya masing-masing.

    Beginilah kondisi tenda saat pagi hari dan siap untuk dinilai. Tenda dibuat sekitar pukul 01.00 WITA walaupun sudah sangat larut malam para peserta tetap harus membangun tendanya sendiri kalau ingin tidur, siapa yang sudah jadi tendanya baru boleh tidur dan harus dibuat sendiri yaa
    Peserta tidak boleh ada yang tidur diluar tenda dan tidak boleh tidur sebelum tenda jadi, jika tidak membuat tenda akan dinilai 0 dan wajib mengikuti kegiatan survival lagi tahun depan.


    waktunya persiapan pulang, setelah sarapan dengan makanan ubi ungu dan pisang rebus, jangan salah itu sehat loh. Setelah itu lanjut bongkar tenda dan bersih lingkungan, kemudian baris dan melanjutkan perjalanan menuju kembali ke SMA Negeri 1 Tg.selor melewati jalan menuju depan kantor polisi dan jalan Rambutan.
    Setelah sampai di lapangan SMA Negeri 1 Tg. selor peserta kemudian berkumpul lagi untuk menyampaikan barang yang ditemukan seperti senter siapa tau ada yang kehilangan, menyampaikan kesan pesan dan absen pulang lalu di lanjut dengan poto bareng. Sekitar 100 lebih peserta yang berhasil dan sangat semangat mengikuti kegiatan ini walaupun ada beberapa yang sakit, tetapi mereka yang tanpa patah semangat tetap mengikuti kegiatan, Hebat.
                                                 
    Kegiatan survival selesai juga, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat, dapat menambah pengalaman dan keterampilan, semoga bisa menjadi lebih mandiri. dan untuk sekolah yang sudah ikut serta, semoga dari sekolah lain akan terus ikut kegiatan yang di adakan PMR Smansatase yaa. Sampai jumpa di kegiatan PMR berikutnya.  

    SALAM SAKURA! 






    Jangan lupa follow ig @pmrsmansatase biar gak ketinggalan berita dan kegiatan pmr selanjutnya, Terima kasih.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

    Kamis, 28 Maret 2019

    MADING PMR SMANSATASE

     MADING GERAKAN KEPALANGMERAHAN

    KAMIS,28 MARET 2019
    Kegiatan membuat mading PMR merupakan salah satu media untuk memberikan informasi seputar kesehatan. sejarah kepalangmerahan, dan tentang materi PMR lainnya. Mading ini giganti setiap 2 minggu sekali, kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas anggota PMR Smansatase.  




    MADING GERAKAN KEPALANGMERAHAN 
      Pada tanggal 24 Juni 1859 di kota Solferino, Italia Utara, terdapat pasukan Prancis dan Italia yang sedang bertempur melawan pasukan Austria dalam  peperangan yang mengerikan. Pada hari itu juga, seoranng pemuda Swiss, yang bernama Jean Henry Dunant , dia dalam perjalanan untuk menjumpai Kaisar Prancis, Napoleon III. Puluhan ribu tentara terluka, sementara bantuan medis militer tidak cukup untuk merawat 40.000 orang yang menjadi korban pertempuran tersebut. Sehingga tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat, segera bertindak mengerahkan bantuan untuk menolong mereka.


    Beberapa waktu setelah kembali dari Solferino, dia membuat sebuah buku yang berjudul The Memories of Solverino atau Kenangan di Solferino.  Dalam bukunya, ia mengajukan gagasan pembentukan organisasi relawan penolong para prajurit di medan pertempuran, serta gagasan untuk membentuk perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan pertempuran.

    Pada tahun 1863, 4 orang warga Jenewa bergabung dengannya untuk membentuk komite 5 yang bertujuan untuk merintis terbentuknya komite internasional palang merah yang sekarang dikenal dengan nama Internasional Commite of Red Cross (ICRC), Keempat orang tersebut ialah :

    1. Jend.Guilame Dufour
    2. Dr. Louis Appia
    3. Dr. Theodore 
    4. Gustave Moynier
    ICRC (International Committee of the Red Cross)
    Merupakan komite internasional palang merah,yaitu lembaga kemanusiaan swasta yang berbasis di Jenewa, Swiss. Negara-negara peserta (penanda tangan) keempat Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol Tambahan 1977 dan 2005, telah memberi ICRC mandat untuk melindungi korban konflik bersenjata internasional dan non-internasional. Termasuk di dalamnya adalah korban luka dalam perang, tawanan, pengungsi, warga sipil, dan lainnya. 

    IFRC (federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit merah)
    Merupakan suatu Badan yang mendukung aktivitas kemanusiaan yang dilaksanakan oleh perhimpunan nasional atas nama kelompok-kelompok rentan dan bertindak sebagai juru bicara dan sebagai wakil Internasional mereka. Federasi mendukung Perhimpunan Nasional dan ICRC dalam usahanya untuk mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan tentang HPI dan mempromosikan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan. 


    PERHIMPUNAN NASIONAL 
    Selama terjadinya Perang Dunia I (8 Juli 1914 – 10 November 1918) perhimpunan Palang Merah Nasional, terutama di Eropa,memiliki tugas yang sangat berat. Perang yang menelan korban kurang lebih 12 juta orang berlangsung pada saat di mana masih kurangnya hukum-hukum Internasional yang dapat mengendalikan dan mengawasi perilaku perang dari negara-negara yang terlibat. Lambang Palang Merah terlihat di mana-mana sebagai tanda betapa pentingnya peran Palang Merah sebagai suatu organisasi kemanusiaan pada saat terjadinya persengketaan bersenjata. 

    Setelah berakhirnya Perang Dunia I muncul pemikiran untuk membentuk Liga perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah guna mengkoordinasikan usaha-usaha yang diarahkan pada kesehatan dan kesejahteraan umat manusia.
    Pada bulan April 1919, bertempat di gedung Cercle Natique, Cannes, Prancis, diselenggarakan Konperensi Kesehatan Internasional yang diikuti oleh berbagai negara.    P. Davison, mengajukan proposal tentang pembentukan Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang didukung oleh perwakilan dari Palang Merah Prancis, Inggris, Italia dan Jepang. tanggal 5 Mei 1919 terbentuklah Liga Perhimpunan Palang Merah. Pada saat pembentukan itu pesertanya barulah terdiri dari negara-negara pendiri yaitu Palang Merah Nasional Amerika, Prancis, Inggris, Italia dan Jepang, walaupun sudah terdapat 28 perhimpunan Nasional yang mendapat pengakuan ICRC dari 52 perhimpunan yang ada di seluruh dunia.
     
    PALANG MERAH INDONESIA 
    Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang. 


    Pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5. pada tanggal 17 September 1945 perhimpunan PMI dibentuk. dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963.


     SEJARAH LAMBANG


    LAMBANG PALANG MERAH
    Lambang palang merah ini digunakan oleh perhimpunan nasional di negara-negara. Karena banyaknya negara yang membentuk Perhimpunan Nasional, maka pada tahun 1919 dibentuk “Liga Perhimpunan Palang Merah”, League of Red Cross Societies, yang bertugas mengkoordinir seluruh perhimpunan nasional dari semua negara.

     
                                      LAMBANG BULAN SABIT MERAH Pada tahun 1876 muncul lambang Bulan Sabit Merah yang digunakan oleh Turki. Mereka tidak ingin menggunakan lambang palang merah karena gambarnya yang mirip dengan tanda salib. 
    LAMBANG SINGA DAN MATAHARI MERAH  
    Pada 1929 Persia mengajukan lambang lain, yaitu Singa dan Matahari Merah. Konferensi Internasional memutuskan hanya mengakui dua lambang tambahan yaitu lambang Bulan Sabit Merah di atas dasar putih. Namun sejak 1980, dimana Persia berganti menjadi Republik Iran, lambang ini tidak lagi digunakan.

     LAMBANG KRISTAL MERAH 
    Pada 2005 disahkan Protokol Tambahan III tentang lambang Kristal Merah diatas dasar putih. Lambang ini memiliki status dan fungsi yang sama seperti lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta menjadi penutup bagi negara-negara untuk mengusulkan penggunaan lambang-lambang lain bagi kesatuan medis militernya.

    FUNGSI LAMBANG
    1. Sebagai tanda pengenal, digunakan saat tidak terjadi konflik atau bencana yang hanya digunakan untuk tanda pengenal. 
    2. Sebagai tanda pelindung, digunakan saat perang untuk menandai bahwa kita adalah petugas medis yang harus dilindungi. 

    PENYALAHGUNAAN LAMBANG
    1. Peniruan, dengan menggunakan lambang dan warna yang sama namun menambahkan tulisan dan gambar.
    2. Penggunaan yang tidak tepat, menggunakan lambang dengan tidak semestinya dengan tujuan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip gerakan. 
    3. Pelanggaran berat dan berbuat curang, digunakan oleh suatu pihak dan tidak sesuai dengan hukum humaniter internasinal. Misalnya, tentara yang menggunakan lambang palang merah agar dilindungi dan untuk mengelanui lawan. 
     
    TRIBAKTI PMR 
    1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat
    2. Berkarya dan berbakti pada masyarakat 
    3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

    7 PRINSIP DASAR PMI
    1. Kemanusiaan
    2. Kesamaan
    3. Kenetralan
    4. Kemandirian
    5. Kesukarelaan
    6. Kesatuan
    7. Kesemestaan  


    sumber:
    https://id.wikipedia.or/wiki/Gerakan_Internasional_Palang_Merah_dan_Bulan_Sabit_Merah
    http://www.pmi.or.id/index.php/aktivitas/diseminasi/lambang.html?showall=1&limitstart=



    https://pmrwirabo3m.wordpress.com/2018/07/17/sejarah-lambang-palang-merah-fungsi-dan-penggunaanya/





    Semoga mading gerakan kepalangmerahan ini dapat bermanfaat, Terimakasih.


    Senin, 04 Februari 2013

    Kemah Dan Lintas Alam PMR Smansatase

    Kemah dan lintas alam PMR smansatase dilakukan adalah untuk melatih kemandirian anak-anak PMR smansatse sekaligus menguji fisik dan mental mengenali alam.





    Kegiatan Ini di laksanakan Pada Tanggal 2 s/d 3 Februari 2013 dimulai pukul 16-00 s/d 08.00 di ikuti oleh 15 orang anggota PMR smansatase.

    Kegiatan Kemah dan lintas alam star disekolah SMA Negeri 1 Tanjung Selor kemudian melawati jalan Kol.soetadji dan Istrhat di Lapangan agathis tepatnya didepan kantor Dinas Sosial Kabupaten Bulungan.
    Setelah Istrahat sejenak Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dan percobaan kompor.
    Kompor mini yang dibuat dari bahan bekas minuman kaleng yang didesain sedemikian rupa dan menggunakan bahan bakar sepretus,
    pembuatan kompor ini dilatih oleh pak kristamaji Balawa,S.Pd.

    Waktu Sholat magrib tiba anggota PMR yang musim mengadakan sholat berjamah.
    kemudian setelah selesai anggota PMR masak untuk makan malam, Disini setiap anggota wajib untuk memasak dengan perlengkapan yang dibawah masing-masing peserta setelah masakan sudah kelar makanan di perlihatkan dan dinilai oleh pembina PMR Smansatase.
    Setelah sholat isya anggota PMR melanjutkan perjalanan lintas malam melewati jalan agathis Tanjung Selor,melewati Tunggu Enggang dan jalan menuju bandara kemudian melewati jalan setapak sampai dengan Jalan gelatik Tanjung selor tepatnya depan SMP Negeri 2 Tanjung Selor.kemudian menelusuri jalan gelatik dan istrirahat di Markas PMI Kabupaten Bulungan.




    Inilah kondisi anggota PMR saat Tiba dimarkas PMI Kab.bulungan sekitar pukul 10.30 wita.
    sekitar 30 menit mereka istirhat kemudian melanjutkan perjalanan menuju PLN kab.bulungan terus melewati hutan kecil hingga samapi gedung handal Tanjung Selor kemudian istirhat di Tugu Putri Lamlai Suri (Tugu Telur pecah) Tanjung Selor.







    Tiaba ditugu sekitar pukul 00.30 wita.gambar disamping ini adalah kondisi anak yang mengalami keram pada saat istirahat di tugu tersebut sempat mendapatkan pertolongan medis ringan oleh pembina PMR smansatase.
    Keadaan anak PMR masih Fit dan semangat dalam melanjutkan perjalanan kegiatan Lintas malam.
    isirahat sekitar 30 puluh menit kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi Perkemahan
    Perjalanan dilanjutkan melewati jalan serindit menuju jalan Agathis...
    pada pukul 01.00 anggota PMR masih semangat dan fit.








    Sekitar pukul 01.30 wita sampai dilkokasi perkemahan dilapangan golf tepat didepan Kantor pariwisata Tanjung Selor.
    Setiba dilokasi semua Anggota PMR langsung memasang tenda masing-masing sesuai dengan peralatan yang dibawah.
    setiap anggota wajib memasang tenda sendiri untuk mendidik kemandirian dalam pendirian tenda.





    Kondisi Tenda setelah didirikan oleh anggota PMR
    sekitar jam 03.00 wita pemasangan tenda kelar oleh semua anggota setelah semua kelar waktu istirahat namun ada beberapa anggota yang masak akibat kelaparan malam dan membuat minuman hangat untuk mengantar istirahat mereka.



    Pada saat waktu istirahat masih banyak anggota PMR yang menikmati malam dengan membuat api unggun dan akhirnya mereka terlelap tidur.
                                                                                                                                                                               Gambar dibawah ini adalah kondisi pada saat pagi hari yang masih terlelap tidur...



     Setelah semua uda bangun serempak melakukan pembongkaran tenda dan bersih-bersih buper dan persiapan pulang menuju Sekolah.











    Sekitar pukul 07.00 persiapanpun untuk kembali sudah kelar...
    walaupun kecapean senyum relawan masa depan masih terlihat,
    perjalanan dilanjutkan menuju jalan agatis kemudian melewati jalan rambutan dan masuk gerbang sekolah.









    Akhirnya lintas malampun kelar dan peserta dalam keadaan lengkapa dan sehat walaupun badan pegel-pegel tapi semangat masih luar biasa.


    semoga kegiatan ini menjadi kegiatan rutin PMR Smansatase dan mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang didapatkan..

    Salam Relawan

    BAKTI SOSIAL KUNJUNGAN KE PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MARGA RAHAYU

    Hayyy Sobset mimin 🙌 Ketemu lagi nih~ Di blog PMR yang isinya cerita-cerita seru dan menarik dehhh 😆 YEYYYY!!! (Sorak-sorak) 🥳🥳🥳 (Mimin...